BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 24 Januari 2011

KOMUNIKASI

Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Pada Mata Kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Dosen Pembimbing :
Drs. H. Sofwan Manaf M.Si






DISUSUN OLEH :
Fatimatuzzahro
Prita Delita
Tiam Astuti


PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUNNAJAH
JAKARTA SELATAN
2010


BAB I
PENDAHULUAN

Komunikasi adalah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi tidak dapat terlepas dari diri kita karena dengan komunikasi hidup akan lebih mudah. Dalam satu organisasi atau pun dalam sebuah manajemen sangat dibutuhkan komunikasi. Karena kalau tidak ada sebuah komunikasi dalam organisasi maka tidak akan berhasil dengan baik.
Komunikasi merupakan cara atau alat untuk menghubungkan satu atau dua orang lebih dalam sebuah organisasi. Walaupun terdapat banyak hambatan namun komunikasi sangat dibutuhkan dalam menjalan sebuah organisasi karena ini adalah sebagai penghubung antara atasan dengan bawahan.


BAB II
PEMBAHASAN

1. Arti Komunikasi
Komunikasi adalah suatu tingkahlaku, perbuatan atau kegiatan penyampaian atau pengoperan lambang-lambang, yang mengandung arti atau makna atau perbuatan penyampaian suatu gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lainnya. Atau lebih jelasnya, suatu pemindahan atau penyampaian informasi, mengenai pikiran, dan perasaan-perasaan.
Proses komunikasi adalah langkah-langkah antara satu sumber dan penerima yang menghasilkan pentransferan dan pemahaman makna.
Model proses komunikasi dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut:
Proses komunikasi
Pesan pesan pesan pesan
sumber pengkodean saluran pengkodean penerima umpan balik








Keterangan:
Unsur-unsur dalam proses konikasi:
Sumber: sumber merupakan komunikator yaitu seseorang yang mempunyai gagasan, informasi, maksud dan tujuan berkomunikasi.
Pesan: merupakan suatu produk fisik yang sebenarnya apa yang dikomunikasikan.
Pengkodean: adalah suatu proses mengubah suatu pesan komunikasi menjadi bentuk simbol. Empat kondisi yang mempengaruhi pesan terkode yaitu: sikap, pengetahuan, dan sistem sosial budaya.
Saluran: suatu medium dapat lewat mana suatu pesan komunikasi berjalan.
Pengkodean/penguraian simbol: adalah penerjemah-ulang pesan komunikasi seorang pengirim.
Penerima: seseorang yang menerima dan mengurai gagasan informasi, maksud dan tujuan komunikasi.
Umpan balik: adalah tautan akhir dalam proses komunikasi, mengembalikan pesan ke dalam sistem guna memeriksa kesalah-pahaman.
2. Hambatan dalam komunikasi
Beberapa hambatan bagi komunikasi yang efektif yaitu: kerangka acuan, menyimak secara efektif, kata putus nilai (value judgement), kredibilitas sumber, masalah sematik, penyaringan, bahasa kelompok, perbedaan status, tekanan waktu, dan beban layak (overload).1 Hal-hal tersebut dapat juga disebut sebagai sumber kegaduhan, hal ini dapat muncul baik dalam komunikasi organisasi maupun komunikasi antar pribadi.


Keterangan:
Kerangka acuan: kerangka acuan ini menyangkut bidang pengalaman baik komunikator maupun penerima, jika pihak-pihak yang berkomunikasi dapat menjadi efektif. Hal yang penting disini adalah bahwa komunikator dengan pengalamannya dapat mengemas dalam kode sedemikian rupa sehingga si penerima dapat menerima dan mengurai kode.
Menyimak selektif: adalah merupakan bentuk persepsi yang selektif di mana hal ini cenderung menghambat informasi baru, terutama jika informasi itu bertentangan dengan apa yang diyakininya. Dengan kata lain jika hanya menyimak hal-hal yang ingin didengar maka akan merasa kecewa.
Kata putus nilai: pada dasarnya menyangkut penilaian menyeluruh atas sebuah pesan sebelum menerima keseluruhan komunikasi. Kata putus nilai dapat didasarkan atas komunikator atau pengalamannya dengan komunikator sebelumnya, atau atas arti pesan yang sudah diduga sebelumnya.
Kredibilitas sumber: kredibilitas sumber berpangkal pada kepercayaan, keyakinan, dan pengakuan penerima terhadap perkataan dan tindakan komunikator.
Masalah sematik: berkaitan dengan kata-kata dan ungkapan atau teknik abstrak. Misal istilah ”telaah biaya-maslahat” (cost benefit analysis) akan mempunyai arti bagi orang-orang yang berurusan dengan administrasi tetapi bagi seorang dokter kurang mempunyai arti.
Penyaringan: biasanya terjadi dalam komunikasi ke atas dalam suatu organisasi. Istilah ini mengacu pada ”manipulasi” informasi sehingga penerima memandang sebagai hal yang positif. Bawahan menutup-nutupi informasi yang kurang disukai atasan.
Bahasa kelompok: kata-kata atau kalimat yang sebenarnya hanyalah menggambarkan prosedur yang sangat sederhana.
Perbedaan status: perbedaan status sering dipandang sebagai ancaman oleh orangorang di tingkat hierarki yang lebih rendah, dan ini dapat mencegah atau menimbulkan distorsi dalam komunikasi.
Tekanan waktu (Time pressure): manajer merasa tidak punya waktu untuk sering berkomunikasi dengan bawahannya, akibatnya timbul jalan pintas (short-circuit-ing) yaitu merupakan kegagalan dalam komunikasi secara normal.
Beban layak komunikasi (comunication overload): para manajer sering merasa kebanjiran informasi dan data yang tersedia bagi mereka akibatnya tidak dapat menyerap atau menanggapi semua pesan yang ditujukan bagi mereka dengan baik. ”Kelebihan” tidak selalu berarti ”lebih baik”.

3. Manajemen Konflik
1. Melakukan tindak lanjut
2. Mengatur arus informasi
3. Memanfaatkan balikan
4. Empati
5. Pengulangan
6. Mendorong tercapainya rasa saling percaya
7. Penentuan waktu yang efektif
8. Menyederhanakan bahasa
9. Menyimak secara seksama
10. Memakai Grapevine (saluran terpenting dalam komunikasi).2

4. Komunikasi inter personal dan non verbal
Komunikasi antar pribadi (interpersonal) adalah komunikasi yang mengalir di antara para individu secara langsung dan dalam kelompok dan merupakan pengaruh penting atas perilaku antar pribadi.
Komunikasi non verbal adalah pesan yang dihantar lewat gerakan tubuh, intonasi atau tekanan kepada kata-kata, air muka, dan jarak fisik antara pengirim dan penerima. Untuk itu diperlukan sebuah kinesika. Kinesika adalah studi yang merujuk pada gerak tubuh.

Referensi:
Robbins, G James dan Barbara S. Jones. 1995. Komunikasi yang efektif: Untuk pemimpin, pejabat dan usahawan.Jakarta. CV. Pedoman Ilmu Jaya.
FX. Suwarto, Drs., MS. 1999. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta. Universitas Atmajaya.



1 Drs. FX. Suwarto, MS. Perilaku Keorganisasian (Yogyakarta: Universitas Atmajaya, 1999). Hlm.172.
2 Ibid. 175

Selengkapnya....

SWOT

SWOT
Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah MLPI

Dosen:
Bpk. Drs. H. Sofwan Manaf, M.Si








Disusun Oleh:
Prita Delita
NIM:0308361


PRODI KEPENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUNNAJAH
JAKARTA
2010

PENDAHULUAN

Ilmu adalah suatu pelajaran yang berharga bagi setiap manusia, kita sebagai makhluk yang sangat membutuhkan adanya kehadiran ilmu tidak bisa dengan mudah begitu saja mendapatkannya. tidak hanya pada manusia ternyata makhluk lain pun membutuhkan ilmu. Didalam pencariannya seseorang terus berusaha untuk mendapatkan yang ia inginkan, tujuan yang tak pernah lepas dari dalam dirinya untuk mewujudkan sesuatu yang ingin dicapai, tentunya melalui proses dan bertahap untuk mewujudkannya.
Untuk itu setiap orang harus memenej dirinya, apa yang ia akan lakukan untuk nanti dan bagaimana caranya, semua itu sudah terpikirkan dalam setiap benak seseorang, akan tetapi di zaman seperti ini seharusnya orang berfikir bagaimana caranya ia bisa merencanakan sesuatu saat ini tetapi akan berguna bagi masa yang akan datang, bukan berfikir apa yang bisa ia pikirkan untuk saat ini dengan metode sakarang dan akan berguna pada masa yang akan datang, jika kerangka berpikir orang seperti itu maka akan sia-sia.
Untuk itu dalam menata kehidupan yang baik alangkah baiknya jika seseorang menggunakan perencanaan terlebih dahulu, salah satunya dengan menerapkan SWOT untuk mewujudkan sesuatu yang kita harapkan. Agar apa yang menjadi tujuan tidak salah langkahmaka dari itu kita gunakan sistem SWOT.
Jika hal ini diterapkan maka kita dapat mengetahui celah-celah kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi diri kita khususnya. Akan tetapi SWOT ini tidak hanya digunakan untuk diri pribadi saja namun bisa diterapkan dalam lembaga proyek, spekulasi bisnis dan lain-lain. Oleh karena itu pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan apa arti dari SWOT dan perencanaan dengan menggunakan pendekatan SWOT.


SWOT
A.Pengertian SWOT
Analisis SWOT merupakan singkatan bahasa Inggris dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) ini semua adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu pfroyek atau suatu spekulasi bisnis.
1. Strengths (kekuatan)
Adalah kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yan ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
2. Weaknes (kelemahan)
Adalah kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu ssendiri.
3. Opportunities (peluang)
Adalah kondisi peluang berkembang di masa dating yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Misalnya: Kompetitor, kebjakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
4. Threats (ancaman)
Adalah kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Setelah itu baru dibuat pemetaan analisis SWOT maka dibuatlah table matriks dan ditentukan sebagai table informasi SWOT. Kemudian dilakukan perbandingan antara faktor internal yang meliputi Strengths dan Weakness dengan faktor eksternal meliputi Opportunities dan Threats. Setelah itu kita bisa melakukan strategi alternative untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih merupakan strategi yang paling menguntungkan dengan resiko dan ancaman yang paling kecil.
Selain pemilihan alternatif, analisis SWOT juga bisa digunakan dalam melakukan perbaikan dan improvisasi. Dengan mengetahui kelebihan (Strengths dan Opportunities) dan kelemahan kita (Weakness dan Threats), maka kita telah melakukan strategi untuk melakukan perbaikan diri. Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan Strengths dan Opportunities atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi Weakness dan Threats.

Perencanaan dengan Pendekatan SWOT
SWOT adalh kepanjangan dari Strength, Weakness, Opportunities, Threats yang masing-masing memilikiarti kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan hambatan. Jadi perencanaan dengan pendekatan SWOT adalah perencanaan yang didasarkan atas kekuatan, kelemahan-kelemahan yang ada, dapat mengambil kesempatan dan bisa melihat hambatan sebagai tantangan.
Semua seperti perencanaan biasa, metode SWOT memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1. Penetapan tujuan
2. Menentukan kedudukan dan kaitannya dengan tujuan
3. Menentukan faktor pendukung dan penghambat
4. Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan
Dengan melakukan perencanaan ini dapat menjadi selangkah lebih maju dari para pesaing karena perencanaan dapat memberikan gambaran mengenai rencana-rencana kita yang sedang atau belum dilaksanakan.
Secara umum, keunggulan penggunaa perencanan adalah sebagai berikut:
a. Dapat melaksanakan setiap kegiatan dengan jelas.
b. Dapat mengetahui apakah tujuan kita telah tercapai (sebagai tolak ukur keberhasilan).
c. Dapat memudahkan mengidentifikasi hambatan.
d. Dapat menghindarkan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak terkendali.



C.Gambaran mengenai perencanaan dengan Pendekatan SWOT
Visi dan Misi  SWOT
Faktor Intern  SWOT  Faktor Ekstern
SWOT  Rencana Strategis  target  Anggaran Operasional
Diurutan paling atas dari gambar merupakan Visi dan Misi perusahaan, dimana Visi dan Misi tersebut merupakan ideology dan harapan kedepan mengenai perusahaan dimasa yang akan dating. Visi dan Misi tersebut sangat mendasar sehingga mempengaruhi apa yang dipunyai perusahaan (SDM) dan faktor intern maupun ekstern dapat bermacam-macam sesuai dengan Visi dan Misi yang dipunyai.
Singkatnya lewat mengenali faktor intern dan ekstern pihak manajemen bisa mengenali bermacam-macam hambatan maupun kesempatan yang ada di dalam maupun di luar rumah tangga perusahaan, diagram SWOT yang terdapat ditengah dijelaskan sebagai sumber daya perusahaan yang berhubungan dengan faktor-faktor maupun dengan Visi dan Misi di atas.
Pendekatan SWOT bisa dikatakan sangat efektif untuk melancarkan tujuan organisasi yang kita geluti, selain memperhatikan kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, lewat pendekatan ini juga mampu memberi perhatian pada berbagai kesempatan maupun hambatan yang ada di depan mata. Dengan perencanaan kita mampu memberikan kebijakan yang lebih rasional untuk dijalankan demi memenuhi peran kita sebagai manajer.



Selengkapnya....

Jumat, 31 Desember 2010

Manajemen

Manajemen
Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah MLPI

Dosen:
Bpk. Drs. H. Sofwan Manaf, M.Si


Disusun Oleh:
Prita Delita
Fatimatuzahrah
Tiam Astuti



PROGRAM STUDI
KEPENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUNNAJAH
JAKARTA 2010

A. Pengertian dan Pentingnya Studi Manajemen

Manajemen berasal dari Bahasa Inggris Management. Dalam Bahasa Indonesia, manajemen mempunyai beberapa pengertian antara lain:
1. Pemimpin
2. Pengurus, atau kepengurusan
3. Ketatalaksanaan
4. Pengelolaan
5. Pengendalian
6. Pembinaan
Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia terdapat dua pengertian tentang manajemen. Pertama, manajemen adalah suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Kedua, manajemen adalah pejabat atau pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan.
Sedangkan pengertian manajemen secara umum adalah pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya yang menurut suatu perencanaan diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja yang tertentu.
Selain itu menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan manajemen sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain”.
Untuk lebih memahami arti manajemen dilihat dari berbagai definisi yang disampaikan oleh berbagai pakar manajemen. Di bawah ini diberikan batasan-batasan tentang manajemen dari berbagai pakar, sebagaimana yang dikutip oleh Soebagio Atmodiwirio, adalah sebagai berikut:
1. Marry Parker Follet
Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.
2. Robert Kresther
Manajemen adalah proses kerja dengan melalui orang lain untuk mencapai tujuan.
3. George Terry
Manajemen adalah Kemampuan menyuruh orang lain bekerja guna mencapai tujuan.
4. James A.F. Stonner
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
5. Richard M. hodgetts Ph.D dan Steven Ultman Ph.D manajemen adalah suatu proses untuk menyelesaikan sesuatu melalui orang lain.
6. Donnelly
Manajemen adalah proses koordinasi upaya kelompok terhadap tujuan kelompok.


7. J. L.Massie
Manajemen adalah proses satu kelompok kooperatif menggerakan tindakan untuk tujuan umum.
8. Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis dan Manajemen
Manajemen adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fasilitas dan informasi guna mencapai sasaran organisasi dengan cara efisien dan efektif.
9. LPPM
Manajemen adalah proses pemberian perintah, pengarahan dan pengendalian berbagai lembaga dalam masyarakat untuk mencapai tujuan.
Dari berbagai pengertian manajemen di atas, dapat disimpulkan bahwa pada hakekatnya manajemen adalah bagaimana seorang pimpinan mampu memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya seoptimal mungkin, sehingga ia dapat mencapai tujuan organisasi. Kemampuan pengelolaan sumber daya inilah yang menjadi tugas seorang manajer.
B. Fungsi-fungsi Manajemen
Berbicara mengenai fungsi manajemen maka terlebih dahulu dijelaskan mengenai arti dari fungsi itu sendiri. Arti fungsi di dalam Kamus besar Bahasa Indonesia adalah besaran yang berhubungan. Jika besaran yang satu berubah maka besaran yang lainnya juga berubah. Arti fungsi di dalam Kamus Administrasi adalah sekumpulan aktivitas yang tergantung pada jenis yang sama berdasarkan sifatnya atau pelaksanaannya.
Definisi lain menurut David B. Garulnik, sebagaimana yang dikutip oleh Soebagio Atmodiwirio mengenai arti fungsi adalah karakteristik suatu tindakan. Tugas khusus atau persyaratan pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang harus diperhatikan oleh seseorang atau kesisteman.
Adapun menurut Sondang P. Siagian, Ph.D, MPA, mengartikan fungsi yang dimaksud dalam manajemen adalah tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan sendiri.
Siagian melihat ada empat faktor yang membedakan setiap manajemen mempunyai konsep tersendiri tentang fungsi:
1. Kondisi masyarakat serta taraf kemajuannya, dalam suasana mana para sarjana tertentu menulis.
2. Filsafat hidup yang dianut oleh sarjana yang bersangkutan.
3. Latar belakang pendidikannya.
4. Perkembangan ilmu itu sendiri.

Berdasarkan hal tersebut fungsi manajemen terdiri atas:
1. Fungsi organik adalah semua fungsi yang mutlak harus dijalankan oleh administrasi dan manajemen.
2. Fungsi pelengkap adalah semua fungsi yang tidak mutlak dijalankan oleh organisasi, sebaliknya dijalankan atau dilaksanakan karena pelaksanaan fungsi-fungsi itu dengan baik akan meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan.
J.L. Massie mempergunakan tujuh fungsi manajemen sebagai berikut:
1. Pengambilan keputusan
2. Pengorganisasian
3. Staffing
4. Planning
5. Kontrol
6. Komunikasi
7. Pengarahan
George R. terry, dalam bukunya yang berjudul Principles of Management, Terry mengklasifikasikan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut:
1. Planning
2. Organizing
3. Actuating
4. Controlling
C. Sejarah atau Aliran-aliran Perkembangan Manajemen
Perkembangan teori manajemen dapat dikategorikan dalam beberapa tahap.
1. Tahap pertama (1920-1930)
Tahap ini merupakan gerakan manajemen ilmiah. Ancangan terhadap manajemen ilmiah antara lain:
a. Percobaan
b. Menentukan standar kerja
c. Merencanakan pekerjaan
d. Menentukan standar dengan alat-alat pengendalian.
Pada tahun 1920 dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai standar manajemen, kerjasama atau hubungan pekerjaan dengan dengan pekerja (struktur pekerja dengan hasil-hasilnya, ilmu ekonomi manajemen, tanggung jawab sosial manajer dan hubungan manusia).
2. Tahap kedua (1930-1940)
Tahap rancangan dari atas ke bawah. Pada tahap ini berkembang pemikiran yang mengulas pekerjaan manajer, dibedakan perbedaan antara administrasi dan manajemen, maka lahirlah beberapa pendapat:
a. Pemikiran bahwa manajemen menyangkut struktur organisasi pekerjaan manajerial.
b. Pokok utama administrasi adalah fungsi perencanaan organisasi, dan pengelolaan pengendalian umum.
c. Manajemen melakukan fungsi kepemimpinan, perencanaan, dan pengendalian operatif dalam organisasi.
d. Konsep dan manajemen disatukan menjadi manajemen administratif.
e. Manajemen operatif memperhatikan pekerjaan-pekerjaan dan pengaruh tanggung jawab sebagai tugas utama.
3. Tahap ketiga (1940)
Tahap ini disebut juga tahap proses manajemen, dalam tahap ini berlangsung pemikiran-pemikiran yang melahirkan konsep-konsep dengan indikator:
a. Pemikiran berorientasi ke arah usaha pengenalan dan perubahan unsur-unsur atas fungsi-fungsi proses manajemen.
b. Konsep manajemen professional, membuka jalan menuju perbedaan yang tidak banyak lagi antara manajemen dengan fungsi.
c. Konsep manajemen sebagai suatu proses.
4. Tahap keempat
Tahap ini merupakan tahap manajemen Teori Terpadu. Pada tahap keempat ini konsep-konsep baru yang diambil dari beberapa bidang itu, disentralisasikan dengan proses manajemen membuka berbagai pengetahuan yang dimaksudkan kedalam suatu disiplin manajemen.
Ada dua aliran besar dalam ilmu manajemen yang sangat berpengaruh dalam perkembangan manajemen selanjutnya:
a. Aliran tradisional (1910-1920)
Aliran ini melahirkan pemikiran tentang manajemen dengan pokok-pokok pikiran yang menekankan kepada organisasi:
1. Teori organisasi klasik
2. Kekuasaan individual
3. Ketentuan-ketentuan hukum
4. Rentang kendali
5. Rangkaian komando
6. Perkembangan dan spesialisasi
b. Aliran ilmu sosial
Aliran ini merupakan perpaduan pikiran-pikiran dalam berbagai cabang ilmu sosial. Aliran ini melahirkan pemikiran tentang manajemen dengan pokok-pokok pikiran:
1. Proses manajemen
2. Empirisme
3. Penilaian manusia
4. Sistem sosial
5. Teori kepuasan
6. Matematika
7. Dinamika industri
Menurut Paul Mali, pembagian lain mengenai aliran dalam manajemen adalah aliran kuantitatif dan aliran perilaku.
Sedangkan Harold Koontz dan Cyrel O’donnel membagi aliran manajemen dalam tujuh aliran, yaitu: pendekatan operasional, emprikal, perilaku manusia, sistem sosial, teori keputusan, yang berpusat kepada komunikasi, dan matematik.
Dan menurut Donnelly, Gibson, dn Ivancevik, membagi aliran manajemen menjadi aliran klasik, perilaku, dan manajemen sains.
D. Manajemen dalam Islam
Ada empat landasan untuk mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu: kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian. Seorang manajer harus memiliki empat sifat utama itu agar manajemen yang dijalankannya mendapatkan hasil yang maksimal. Yang paling penting dalam manajemen berdasarkan pandangan Islam adalah harus ada jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan menurut Islam merupakan faktor utama dalam konsep manajemen.
Manajemen menurut pandangan Islam merupakan manajemen yang adil. Batasan adil adalah pimpinan tidak ''menganiaya'' bawahan dan bawahan tidak merugikan pimpinan maupun perusahaan yang ditempati. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan adalah mengurangi atau tidak memberikan hak bawahan dan memaksa bawahan untuk bekerja melebihi ketentuan. Seharusnya kesepakatan kerja dibuat untuk kepentingan bersama antara pimpinan dan bawahan. Jika seorang manajer mengharuskan bawahannya bekerja melampaui waktu kerja yang ditentukan, maka sebenarnya manajer itu telah mendzalimi bawahannya. Dan ini sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Menurut Ketua Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia, Prof KH Ali Yafie, dalam Islam manajemen dipandang sebagai perwujudan amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama.



REFERENSI

Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan, Jakarta: Samitra Media Utamma, 2004.
Prof. Dr. Sondang P. Siagian, filsafat Administrasi, Jakarta: PT Toko Gunung Agung, 1996.
Soebagio Atmodiwirio, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: PT Ardadizya Jaya, 2000.
David B. Garulnik, Webster Dictionary.
http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-manajemen-tentang-pengertian.html

Selengkapnya....

Kamis, 04 November 2010

ibnu sina

IBNU SINA
MAKALAH INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT UMUM








Disusun Oleh :
PRITA DELITA & RIKA JOHAR
Dosen pembimbing :
Bpk. Taufik, M.Si.


FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM (STAIDA)
JAKARTA 2009
IBNU SINA

A. Riwayat Ibn Sina
Abu Ali Husein Ibnu Abdillah Ibnu Sina lahir di Afsyana, di dekat Bukhara di tahun 980 M. orang tuanya berkedudukan sebagai pegawai tinggi pada pemerintahan dinasti Samani. Menurut sejarah hidupnya yang disusun oleh muridnya, jurjani, dari semenjak kecil ibnu Sina telah banyak mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan yang ada di zamannya, seperti fisika, matematika, kedokteran, hukum dan lain-lain. Sewaktu berumur 17 tahun ia telah dikenal sebagai dokter dan atas panggilan istana, pernah mengobati pangeran Nuh Ibnu Mansur sehingga pulih kembali kesehatannya. Setalah orang tuanya meninggal, ia pindah ke juzjan, suatu kota di Laut Kaspia, dan di sanalah ia mulai menulis ensiklopedinya tentang ilmu kedokteran yang kemudian terkenal dengan nama ( ). Kemudian ia pindah ke Rai, suatu kota di sebelah taheran, dan bekerja untuk Ratu Sayyidah dan anaknya Majd al-Dawlah. Kemudian sultan Syams al-Dawlah yang berkuasa di Hamdan (dibagian barat dari iran) mengangkat Ibnu Sina menjadi menterinya. Kemudian sekali ia pindah ke Isfahan dan meninggal ditahun 1037 M.

B. Pemikirn-pemikiran filsafat Ibnu Sina
I. Falsafat Jiwa
Pemikiran terpenting yang dihasilkan oleh Ibnu Sina ialah falsafatnya tentang jiwa.
Ibnu sina berpendapat bahwa akal pertama mempunyai dua sifat :
1. Sifat wajib wujudnya sebagai pancaran dari Allah.
2. Dan sifat mungkin wujudnya jika ditinjau dari hakikat dirinya.
Ibnu Sina membagi jiwa dalam tiga bagian :
1) Jiwa tumbuh-tumbuhan.
2) Jiwa binatang.
3) Jiwa manusia.
Akal mempunyai empat tingkatan yaitu :
1. Akal materiel
2. Intelluctus in habitu
3. Akal actual
4. Akal Mustafad
Sifat sesesorang bergantung pada jiwa mana dari ketiga macam jiwa tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia yang berpengaruh pada dirinya. Jika jiwa tumbuh-tumbuhan dan binatang yang berkuasa pada dirinya, maka orang itu dapat menyerupai binatang. Tetapi jika jiwa manusia yang mempunyai pengaruh atas dirinya, maka orang itu dekat menyerupai malaikat dan dekat dengan kesempurnaan.
Dalam hal ini daya praktis mempunyai kedudukan penting. Daya inilah yang berusaha mengontrol badan manusia, sehingga hawa nafsu yang terdapat dalam badan tidak menjadi halangan bagi daya teoritis untuk membawa manusia kepada tingkatan yang tinggi dalam usaha mencapai kesempurnaan.
Menurut pendapat Ibnu Sina jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan mempunyai wujud terlepas dari badan. Jiwa manusia timbul dan tercipta tiap kali ada badan, yang sesuai dan dapat menerima jiwa, lahir di dunia ini. Sesungguhnya jiwa manusia tidak mempunyai fungsi-fungsi fisik, dan demikian tak berhajat pada badan untuk menjalankan tugasnya sebagai daya yang berpikir, jiwa masih berhajat pada badan. Karena pada permulaan wujudnya badanlah yang menolong jiwa manusia untuk dapat berpikir. Panca indra yang lima dan daya-daya batin dari binatanglah yang menolong jiwa manusia untuk dapat berpikir.

II. Falsafat Wahyu dan Nabi
Akal mempunyai empat tingkat dan yang terendah diantaranya ialah ( )“akal materiel”. Adakalanya tuhan menganugrahkan kepada manusia akal materiel yang besar lagi kuat, yang oleh Ibnu Sina diberi nama al-hads yaitu intuisi. Daya yang ada pada akal materiel seperti ini begitu besarnya, sehingga tanpa melalui latihan, dengan mudah dapat menerima cahaya atau wahyu dari tuhan. Akal yang seperti ini mempunyai daya suci ( ). Inilah bentuk akal tertinggi yang dapat diperoleh manusia, dan hanya terdapat pada nabi-nabi.

III. Falsafat Wujud
Bagi Ibnu Sina wujudlah yang terpenting dan yang mempunyai kedudukan di atas segala sifat lain,walaupun esensi sendiri. Esensi, dalam paham Ibnu Sina terdapat dalam akal, sedang wujud terdapat di luar akal. Wujudlah yang membuat tiap esensi yang dalam akal mempunyai kenyataan di luar akal. Tanpa wujud, esensi tidak besar artinya. Oleh sebab itu wujud lebih penting dari esensi. Tidak mengherankan kalau dikatakan bahwa Ibnu Sina telah terlebih dahulu menimbulkan falsafat wujudiyah atau eksistensialisme dari filosof-filosof lain.
Jika dikombinasikan. Esensi dan wujud dapat mempunyai kombinasi berikut :
1.Esensi yang tak dapat mempunyai wujud, dan hal yang serupa ini disebut oleh Ibnu Sina, (mumtani) yaitu sesuatu yang mustahil berwujud.
2.Esensi yang boleh mempunyai wujud dan boleh pula tidak mempunyai wujud. Yang serupa ini disebut (mumkin), yaitu sesuatu yang mungkin berwujud tetapi mungkin pula tidak berwujud.
3.Esensi yang tak boleh tidak mesti mepunyai wujud. Di sini esensi tidak bisa dipisahkan dari wujud, esensi dan wujud adalah sama satu.











REFERENSI
 Madkur, Ibrahim, Dr, Aliran dan teori filsafat islam. (bumi askara : Jakarta 1995).
 Nasution Harun, Falsafat dan Mastisisme dalam Islam. (PT, Bulan Bintang : Jakarta. 1999 ).

Selengkapnya....

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mimpi

Apakah semalam anda bermimpi ? jika bermimpi berarti ada tiga kemungkinan,
karena mimpi itu sendiri ada tiga macam:
1.Mimpi yang baik (adalah kabar gembira dari Allah)
2.Mimpi yang menyedihkan atau menakutkan (datangnya dari setan), dan
3.Mimpi yang timbul karena khayalan atau angan -angan

Jika anda bermimpi buruk, hendaklah anda meludah ke kiri tiga kali,
kemudian berlindung kepada Allah dari kejahatan setan tiga kali, setelah itu merubah posisi tidur anda dari posisi sebelumnya. niscaya tidak akan membahayakan anda.*

Ingat !
Jika anda bermipi yang tidak baik, jangan menceritakan kepada orang lain.*
Karena mimpi sesuai dengan tafsirannya (Kecuali kepada penasihat atau orang alim).**

Muhammad Rasulullah SAW bersabda," Mimpi itu di atas kaki burung selama tidak diartikan, sehingga apabila diartikan akan benar-benar terjadi".(HR,Bukhari, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Kecuali kepada orang alim atau pemberi nasehat

Abu Hurairoh ra. menyatakan, Muhammad Rasulullah saw. bersabda," Janganlah kamu menceritakan mimpi kecuali seorang alim, atau pemberi nasehat". (HR. Tirmidzi)
WaAllahua'lam

Selengkapnya....